Jumat, 15 November 2013

Panduan Menjadi Pilot

Panduan Menjadi Pilot

Persiapan menjadi penerbang

Sebelum membahas tentang syarat-syarat menjadi penerbang perlu diketahui beberapa lisensi/ surat ijin yang dipegang oleh seorang penerbang. Seperti halnya surat ijin mengemudi kendaraan bermotor, lisensi penerbang mempunyai beberapa kategori yang berbeda dengan hak yang berbeda pula.
Setiap penerbang perlu melakukan tes tulis dan tes terbang untuk setiap lisensi yang diambil. Tes terbang juga biasanya terdiri dari interview untuk menilai pengetahuan penerbang. Tes terbang ini dikenal dengan nama check ride.
  • SPL: Student Pilot License. Digunakan oleh siswa penerbang untuk berlatih menerbangkan pesawat. Di USA, tidak ada  SPL. Untuk terbang dengan instruktur tidak ada batasan artinya tidak memerlukan lisensi apapun, tapi untuk dapat terbang solo (tanpa instruktur) dibutuhkan class 3 medical certificate.
  • PPL: Private Pilot License. Adalah lisensi pertama yang didapat oleh seorang penerbang. Dengan lisensi ini dia dapat terbang dengan membawa penumpang dengan keterbatasan tidak boleh menerima bayaran. Lisensi ini seperti halnya SIM A bagi pengemudi mobil. Minimum jam terbang untuk mendapatkan PPL adalah 40 sampai 60  jam terbang tergantung peraturan negara tersebut.
  • CPL: Commercial Pilot License. Lisensi ini didapat setelah mendapatkan PPL. Dengan lisensi ini seorang penerbang dapat menjadi penerbang profesional yang menerima bayaran untuk pekerjaannya sebagai penerbang. Biasanya dibutuhkan sekitar 140 sampai dengan 250 jam terbang untuk mendapatkan lisensi ini tergantung peraturan negara tersebut.
  • Instrument Rating: Rating ini adalah tambahan bagi PPL atau CPL untuk menerbangkan pesawat dengan hanya berorientasikan instrumen. Gunanya untuk terbang dengan jarak pandang yang rendah dan terbang dengan ketinggian yang tidak memungkinkan untuk melihat daratan sebagai acuan. Biasanya seorang penerbang tidak diperkenankan menerbangkan pesawat jet tanpa instrument rating.
  • ATPL: Airline Transport Pilot License. Lisensi ini diperlukan untuk menjadi commander/captain di pesawat penumpang dengan berat tertentu. Di Indonesia menurut CASR 121 rev 2 pada saat artikel ini ditulis adalah untuk pesawat di atas  3,409 kilograms (7,500 pounds)  atau untuk pesawat dengan konfigurasi kursi penumpang 30 atau lebih. Ada juga 20000 kg atau 12500 kg di beberapa negara. Untuk mendapatkan ATPL harus mempunyai CPL, 1st class medical certificate (sertifikat kesehatan kelas satu) dan memiliki 1500 jam terbang.
  • Frozen ATPLUntuk mendapatkan ATPL seorang penerbang harus mempunyai minimum 1500 jam terbang. Sedangkan frozen ATPL adalah sertifikat yang menyatakan bahwa  penerbang yang bersangkutan sudah lulus semua pelajaran ATPL, hanya tinggal menunggu jam terbang mencapai 1500 jam. Di USA atau Indonesia contohnya, tidak ada istilah frozen ATPL, tapi penerbang dapat mengambil test tulis ATPL (ATP written test), yang hasilnya berlaku selama 2 tahun. Jika dalam 2 tahun penerbang tersebut tidak mencapai 1500 jam terbang atau tidak melakukan test terbang (check ride) untuk ATPL maka hasil tes tulis tersebut akan hangus.
  • Type rating: Setiap pesawat mempunyai karakteristik yang berbeda sehingga dibutuhkan tambahan pelatihan dan  ijin terbang untuk setiap tipe pesawat yang akan diterbangkan. Sertifikat/Ijin menerbangkan sebuah tipe pesawat ini disebut type rating
Sehingga seorang kapten penerbang Airbus A330 pada sebuah maskapai penerbangan berjadwal seperti Garuda Indonesia misalnya, akan/harus mempunyai ATPL dengan Instrument Rating dan sebuah Type Rating pesawat A330 di lisensinya beserta sebuah sertifikat kesehatan kelas satu.

Lisensi minimum untuk bekerja

Lisensi minimum untuk bisa menerbangkan pesawat dengan dibayar secara profesional adalah CPL. 

Pendidikan

Menurut peraturan untuk menjadi seorang penerbang profesional dan untuk mendapatkan lisensi ATPL, seorang calon penerbang harus lulus High School/SMA atau sederajat (SMK dll). Tidak ada keharusan untuk lulus dari jurusan tertentu seperti IPA atau yang lainnya. Untuk lisensi PPL tidak harus lulusan SMA. 
Jika ada sekolah penerbang hanya menerima lulusan SMA IPA, itu adalah kebijakan sekolah penerbangan tersebut, bukan berasal dari peraturan penerbangan. Di Indonesia biasanya ada tes masuk berupa Matematika, Fisika dan Bahasa Inggris.

Lama Pendidikan Penerbang

Lama pendidikan untuk lisensi CPL berkisar antara 8 bulan sampai 18 bulan. Pendidikan mencakup belajar di kelas dan terbang dengan pesawat. Variasi dari lama pendidikan ini tergantung dari ketersediaan pesawat, kondisi cuaca dan banyaknya jam terbang minimum yang harus diselesaikan. Normalnya adalah 150 sampai 200 jam terbang tergantung peraturan dari negara tempat belajar.

Umur

Menurut peraturan penerbangan Indonesia CASR 61 pada saat tulisan ini diterbitkan, umur untuk mendapatkan Student Pilot License (mulai belajar menjadi siswa penerbang) adalah 16 tahun, PPL 17 tahun, CPL adalah 18 tahun dan ATPL adalah 21 tahun.

Tidak ada minimum umur untuk menjadi siswa penerbang di negara yang tidak mengenal student pilot license, tapi di banyak negara, syarat untuk terbang solo (terbang tanpa instruktur) adalah 15 tahun dan minimum untuk mendapatkan PPL biasanya adalah 16/17 tahun, untuk CPL adalah 18 tahun, ATPL 21 tahun.

Sedangkan umur maksimum untuk menjadi penerbang berbeda-beda setiap negara. Di USA tidak ada batasan umur maksimum untuk PPL, sedangkan ATPL sebagai kapten penerbangan komersial adalah 60 tahun. Di India atau beberapa negara yang sedang kekurangan penerbang, batasannya telah dinaikkan menjadi 65 tahun.

Kesehatan

Menjadi seorang penerbang membutuhkan kesehatan yang baik. Di Indonesia seorang penerbang harus menjalani pemeriksaan kesehatan setiap 6 bulan sekali. Setiap negara punya peraturan sendiri tentang sertifikat kesehatan bagi penerbangnya.
Biasanya sertifikat ini dinyatakan dalam kelas. Seperti kelas satu (first class) untuk ATPL, kelas dua untuk PPL. Bukan berarti seorang penerbang dengan lisensi PPL tidak boleh mendapatkan sertifikat kelas satu, tapi untuk menjadi penerbang dengan lisensi PPL cukup hanya dengan mendapatkan sertifikat kelas dua. Seorang siswa penerbang dengan tujuan menjadi penerbang profesional selayaknya mendapatkan sertifikat kelas satu untuk karirnya di masa depan.

Tinggi badan, panjang kaki dan kesehatan mata

Ada pandangan umum yang salah tentang dua hal ini. Pada dasarnya tidak ada batasan tentang tinggi badan. Tapi untuk menerbangkan pesawat komersial dibutuhkan panjang kaki dan tangan normal yang dapat menjangkau tombol dan pedal kendali.
Ada beberapa sekolah meminta panjang kaki minimal 1 meter, menurut penulis adalah berlebihan karena tidak diharuskan dalam peraturan dan pesawat-pesawat modern sekarang memiliki pedal rudder yang bisa diatur jaraknya sehingga kaki dengan panjang kurang dari 1 meter bisa menjangkaunya. Metode yang paling sempurna adalah mencoba langsung di pesawat latih yang dimiliki sekolah tersebut apakah kaki calon penerbang dapat mencapai pedal rudder dan dapat mengendalikannya. Sebagai informasi panjang kaki penulis tidak sampai 1 meter dan saat ini bekerja sebagai penerbang wide body Airbus A330. Tapi tidak ada yang bisa menyalahkan jika sekolah tersebut meminta panjang kaki minimal 1 m terutama untuk program beasiswa atau cadetship. 
Di negara-negara maju bahkan ada aturan perkecualian untuk orang cacat dengan memodifikasi alat kendali mereka dapat berlatih dan memiliki lisensi penerbang.
Sedangkan seorang penerbang boleh memakai kacamata untuk memperbaiki penglihatannya sampai batas-batas tertentu. Dokter penerbangan yang tahu batas-batas ini. Jadi pandangan umum bahwa penerbang tidak boleh sama sekali berkaca mata adalah salah.  Setahu penulis, pada saat tulisan ini dibuat operasi LASIK diperbolehkan. 

Buta warna

Jika anda buta warna, sejauh ini tidak diperbolehkan untuk menjadi penerbang profesional. Masalahnya adalah lampu-lampu di kokpit, landasan dan bandar udara pada umumnya memakai warna sebagai pembedanya. Peta penerbangan (aeronautical chart) juga memakai banyak warna. Di negara maju, ada kemungkinan penderita buta warna sebagian (partial) untuk mendapatkan lisensi pilot PPL/SPL dengan batasan-batasan seperti misalnya hanya boleh untuk terbang non komersial siang hari. Anda bisa mencari tahu apakah anda buta warna dengan mencari contoh-contoh gambar tes buta warna  (contohnya huruf tokek) di internet. Caranya cari di mesin pencari (google/yahoo dll) dengan kata kunci "buta warna". 

Gigi

Banyak pertanyaan tentang gigi, baik gigi berlubang, gigi palsu maupun gigi jarang. Selama keadaan gigi anda baik tanpa keluhan dan gigi yang bolong sudah ditambal dengan baik maka tidak ada alasan untuk menjadi penerbang. Tapi tentunya ada batasan mengenai gigi bolong ini. 
Mengenai gigi palsu dan gigi bolong sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter penerbangan yang ada di Balai Kesehatan Penerbang di Kemayoran untuk mengetahui apakah menggunakan gigi palsu dibolehkan dalam kesehatan penerbangan. Begitu juga dengan batasan gigi bolong baik yang sudah atau belum ditambal.

Beasiswa/cadetship

Semua ketentuan di atas adalah umum dan tidak berlaku untuk penerimaan beasiswa atau cadetship, misalnya dari  beasiswa sebuah airline atau  penerimaan TNI (Tentara Nasional Indonesia). Syarat-syaratnya akan lebih berat dan lebih tinggi dari ketentuan peraturan penerbangan karena institusi-institusi ini ingin yang terbaik untuk menjadi penerbangnya. Jadi jangan heran jika ada syarat minimum tinggi badan misalnya. 

Kehidupan seorang Pilot

Menjadi pilot adalah impian setiap laki-laki; setidaknya itulah pendapatku ...
Sebagai pilot tentu mempunyai suka dan duka...... tapi kebanyakan sih sukanya...
Banyak diantara kita yang masih kurang paham mengenai istilah PILOT.
(Dulu istilah pilot hanya dipakai untuk penerbang; tapi saat ini pengertian pilot sudah berbeda)
PILOT adalah seseorang yang menjalankan mesin baik itu kendaraan darat laut dan udara, misalnya: supir bis adalah pilotnya; sedangkan keneknya adalah kopilotnya.
COPILOT adalah seseorang yang membantu tugas seorang pilot dalam menjalankan mesin.
Sedangkan kepangkatan dalam dunia penerbangan (sipil) adalah:
CAPTAIN adalah komandan dari pesawat tersebut; Chief de Mission.
FIRST OFFICER  adalah wakil dari Captain yang akan mengambil alih tugas captain apabila captain tidak dapat menjalankan tugasnya.Jadi apabila First Officer yang menjalankan pesawat/mesin; maka dia adalah Pilot nya. sedangkan Captain adalah Copilotnya.
Demikian sebaliknya apabila Captain yang terbang maka dia adalah pilotnya dan dia juga komandan pesawat sedangkan first Officer adalah Copilotnya. 
Jenjang karir seorang penerbang sipil di suatu A irline biasanya dimulai sebagai First Officer (F/O) di pesawat kecil dalam perusahaan tersebut. Kemudian naik ke pesawat yang lebih besar, masih sebagai F/O dan seterusnya. Kemudian mendapat promosi sebagai Captain di pesawat kecil; selanjutnya sebagai Captain ke pesawat yang lebih besar demikian seterusnya.
Sebagai penerbang sipil biasanya kita tidak mengenal hari, jadi kerja penerbang tidak sama seperti pegawai kantor/darat, karena sebagai penerbang kita tetap bekerja walaupun hari minggu/besar apabila kita mendapat tugas/jadwal terbang maka kita harus menjalankannya. Walaupun begitu, sebagai seorang pilot hampir tidak pernah ada yang mengatakan bosan terbang....
Bayangkan bisa terbang seperti burung.... makanya tidak jarang pesawat udara disebut juga si " Burung Besi". Namanya saja burung besi pasti berat..... tapi bisa terbang... luar biasa.
Dengan kemajuan teknologi sekarang ini untuk pesawat komersil/penumpang yang terbesar saat ini adalah Airbus A-380; pesawat ini lebih besar dari Jumbo Boeing 747-400 yang dimiliki oleh maskapai Nasional Garuda Indonesia yang saat ini saya terbangkan.
Pesawat Boeing 747-400 mempunyai daya angkut 397 Ton (397,000 Kg); kapasitas tangki bahan bakar: 170 Ton (170,000 kg); kapasitas penumpang: 500 orang; Crew 22 orang (4 cockpit/18 cabin).
Itu baru Boeing 747-400 belum Airbus A-380 yang tentunya lebih besar lagi.
Saya sendiri masih kagum tentang kehebatan teknologi masa kini terutama dalam dunia kedirgantaraan. Kemajuannya sangat pesat sekali. Dengan kecepatan pesawat yang semakin cepat maka jarak antara dua kota/negara jadi sangat dekat. Contoh, dulu kalau orang mau menunaikan ibadah Haji harus naik kapal laut. yang memakan waktu hampir 1 bulan perjalanan nah dengan adanya pesawat udara perjalanan itu bisa ditempuh dalam waktu 9 jam saja !!!
Luar biasa bukan ?
Banyak hal yang mengasyikan dalam dunia penerbangan seperti:

* Yang terpenting : Penghasilan yang tinggi. (untuk ini dituntut tanggung jawab yg tinggi juga)

* Bisa travelling (gratis/bawa pesawat sendiri) kemana-mana bahkan ke seluruh dunia.

* Untuk keluarga jangan takut , juga dapat fasilitas ticket gratis.

* Dan banyak lagi hal-hal yang menarik dan penuh tantangan lainnya.
Dunia penerbangan sekarang sudah banyak mengalami perubahan:

* Tidak dibatasi gender; jadi baik laki-laki maupun perempuan mempunyai kesempatan yang sama.

* Usia minimum 18 tahun untuk Commercial Pilot.

* Minimun pendidikan SMU/SMA/STM dan yang sederajat.

* Pesawat yang semakin modern dan aman.

* System Navigasi yang semakin canggih (satelite navigation; INS/IRS/GPS)

* Bandara udara yang modern dengan Radar Control.
Tahukah anda; Mengapa menjadi PILOT?
Menjadi pilot seperti melakukan "quantum leap" karena dalam waktu yang singkat anda dapat mewujudkan impian anda. Hubungannya dengan waktu pendidikan yang sangat singkat dibandingkan dengan pendidikan kesarjanaan lainnya; Bayangkan, hanya dalam waktu 8-12 bulan anda sudah dapat mendapatkan License CPL-IR (Commercial Pilot License with Instrument Rating) yang dibutuhkan bagi penerbang untuk menerbangkan pesawat komersil di maskapai penerbangan.

Disamping itu dunia penerbangan saat ini boleh dibilang sangat-sangat membutuhkan pilot, ini bukan hanya di Indonesia tetapi diseluruh dunia. Pertambahan pilot sangatlah minim dibandingkan dengan pertambahan sarjana ekonomi maupun dokter dan disiplin ilmu yang lain.
Menjadi PILOT gampang-gampang susah; yang penting kesadaran kita untuk bisa menjaga kesehatan dari usia dini tentunya. Kesadaran berperi laku sehat: tidak merokok (misalnya), anda semua pasti tahu akan bahaya merokok. Ber olah-raga dengan teratur; apalagi di era sekarang dimana banyak terdapat "fitness center" sekolah yang mempunyai fasilitas gymnasium..... wow tidak seperti jadul.
Untuk menjadi penerbang menjaga indera mata kita sangat penting; tapi jangan kuatir bagi anda yang menggunakan kacamata bukan berarti anda tidak bisa menjadi penerbang; technology kedokteran juga sudah maju banyak cara untuk dapat memperbaiki penglihatan kita.
Jadi yang terpenting disini adalah bagaimana kita menjaga kesehatan kita supaya pada saatnya nanti kita tetap fit. Cita cita yang kuat akan membantu mewujudkan kita untuk mewujudkan impian kita….. menerbangkan si Burung Besi.

Persyaratan

Persyaratan Yang Harus Dimiliki Untuk Menjadi Pilot

SYARAT PILOT UMUM YANG BIASA DITERAPKAN DI INDONESIA

1.) Untuk flying school seperti STPI Curug,Penerbangan Militer biasanya hanya menerima lulusan SMU, Tapi mulai tahun 2002 STPI curug menerima lulusan SMK,MTS,dan tingkatannya
sedangkan untuk flying school swasta dan beasiswa pilot biasanya menerima lulusan setingkat SMU (SMK,MTS)
2.) biasanya akan menargetkan minim panjang kaki dari pangkal paha 100cm
2.) harus lulus tes kesehatan meliputi jantung,mata dll.
3.) Harus lulus test bahasa inggris yang diadakan flying school tersebut.(bahasa inggris sangat menentukan)
4.) Pengetahuan umum Penerbangan.
5.) Cepat dalam berkalkulasi matematik dan fisika.
6.) Biasanya bila sudah lulus semua persyaratan diatas,calon siswa akan diajak terbang oleh instruktur untuk mengetahui takut tidaknya siswa akan ketinggian dan juga syaraf motorik siswa,serta tanggapnya siswa akan persoalan yang biasa diberikan instruktur kepada calon penerbang.
Test tersebut biasa disebut (altitude test)

APAKAH MAKSUD DARI PPL + CPL+ IR + ME + ATPL + VFR

Seperti halnya profesi lain, pilot juga mempunyai beberapa tingkatan ijin. Ini terkait dengan kemampuan dan jam terbang pilot bersangkutan. Secara umum lisensi pilot terdiri dari PPL, CPL, ATPL.

PPL (Private Pilot License)PPL adalah lisensi paling dasar bagi pilot. Pemegang lisensi ini diperkenankan menerbangkan pesawat untuk kepentingan sendiri dan tidak diperbolehkan membawa penumpang dan dibatasi pada pesawat bermesin tunggal. Selain itu pilot yang hanya mempunyai lisensi PPL hanya diperkenankan terbang pada siang hari dan tidak terbang untuk dibayar (non komersial). Di Indonesia PPL mensyaratkan jam terbang sejumlah 60 jam terbang. 

CPL (Commercial Pilot License) 

Pemegang lisensi CPL diperkenankan menerbangkan pesawat bermesin tunggal, diperkenankan membawa penumpang (berbayar atau tidak) dan diperkenankan untuk penerbangan komersial tanpa kru (sebatas pada penerbangan baliho, penyemprotan kebun, pemadaman api, pesawat sewaan, laporan lalulintas, pemotretan udara bahkan instruktur terbang). Selain itu juga diperkenankan untuk terbang pada malam hari. CPL adalah syarat minimal pilot komersial. Di Indonesia CPL mensyaratkan 200 jam terbang. 

ATPL (Airline Transport Pilot License)
ATPL adalah tingkatan tertinggi kemampuan pilot. ATPL disyaratkan untuk pilot yang bekerja diairline dengan penerbangan terjadwal. Pilot pemegang lisensi ini juga diperkenankan menerbangkan pesawat dengan kru (dua kru atau lebih), pesawat dengan penumpang/kargo besar. ATPL mensyaratkan 1500 jam terbang. Selain lisensi, seorang pilot biasanya juga memiliki sertifikat rating untuk menunjukkan kualifikasi tertentu yang dimiliki pilot bersangkutan. Rating ini meliputi ME, IR, dan rating untuk tipe pesawat. Kualifikasi 

ME (Multi Engine) kualifikasi lisensi ini diperlukan jika pilot akan menerbangkan pesawat dengan mesin ganda.

IR (Instrument Rating) 
kualifikasi diperlukan pada penerbangan malam atau penerbangan ada jalur IFR (InstrumentFlight Rule). Jalur IFR adalah jalur penerbangan yang tidak bisa dilakukan dengan navigasi visual (misalnya penerbangan lintas samudra), melainkan dengan bantuan beacon radio di darat. Sedangkan pada penerbangan visual atau dikenal dengan 

VFR(Visual Flight Rule) 
pilot bisa mengandalkan gunung, danau, sungai, gedung sebagai bantuan navigasinya. Masih ada Type Rating, yaitu kualifikasi khusus untuk menerbangkan jenis pesawat tertentu. Misalnya pilot yang biasa menerbangkan pesawat keluaran airbus (seri A340-200, 300, 500, 600) harus meratifikasi lagi kualifikasinya jika akan menerbangkan pesawat Boeng meski seri 737-200. Jadi menjadi seorang pilot tidak bisa dengan cara yang cepat dan gampang. Kualifikasi dan kemampuan yang tinggi tetap diperlukan.

HAL-HAL YANG BIASA DILAKUKAN CALON PENERBANG BILA INGIN MENJADI PILOT
 


Untuk menjadi seorang penerbang/pilot tidak segampang seperti yang kita bayangkan,karena kita menempuh banyak license untuk menerbangkan pesawat berpenumpang dan juga harus sesuai type Rating pesawat yang ingin kita kendarai.

Hal yang perlu diperhatikan bila kita sudah memutuskan untuk menjadi seorang pilot adalah :

1.) Kita harus menentukan setelah lulus SMU atau setingkat SMA lainnya SMK dll,sesuaikanlah kemampuan anda terhadap jalan yang anda akan lalui untuk mengambil PPL (Private pilot license) dalam artian sesuai kemampuan cost dan kemampuan kesehatan anda.
Bila anda memang tidak siap dalam cost anda dapat mencoba ikut beasiswa sekolah pilot yang banyak diadakan oleh maskapai penerbangan indonesia atau penerbangan militer,gratis (dengan catatan peserta yang banyak dan test yang ketat)
Bila anda mempunyai cost tapi tidak banyak,anda dapat mencoba mendaftar di STPI Curug dulu PLP curug (dengan catatan test yang ketat dan peserta yang banyak)

2.) Bila anda mempunyai cost anda dapat memilih sekolah penerbang di indonesia atau diluar Negri biasanya dalam test tidak serumit sekolah penerbang yang gratis dan berbiaya kecil.saya menyarankan di luar negri karena bisa sekalian part time,kerja diluar jam sekolah pilot.

3) Siapkanlah fisik anda dan juga pelajari cara cepat berkalkulasi matematik dan fisika,dan yang tidak kalah penting adalah bahasa inggris.

MENGAPA SEORANG LULUSAN SMK TIDAK BISA MENJADI PILOT
Memang pada awal dibukanya sekolah penerbang sipil maupun militer di indonesia,untuk menjadi seorang penerbang adalah harus dari lulusan
SMA A1 (IPA) tanpa alasan yang jelas mengapa harus seperti itu,setelah diselidiki ternyata alasannya adalah sesuai dengan CASR part 61 yang menjelaskan seorang calon penerbang harus dari lulusan its must be a high school graduated tanpa menjelaskan jurusan apa...??? Lalu mengapa ketika dulu seorang lulusan STM-SMT-SMK daftar tidak di terima di indonesia karena alasan bukan lulusan SMA-SMU (IPA).

Karena adanya pengecualian tersebutlah seorang lulusan STM meminta ijin visa sekolah,ke kedutaan Amerika (permitt education visa) untuk bersekolah penerbang di negeri paman sam.betapa kagetnya saya ternyata sekolah penerbang di America tidak sesulit syarat izin bersekolah penerbang di Indonesia,walaupun seorang lulusan STM,bahkan mereka berujar disini malah lebih banyak petani yang belajar terbang dan pelajar mahasiswa yang mengisi liburan musim panas,dan dia berujar pula bahwa yang dimadsud dengan lulusan senior high school pada CASR rmadsudnya adalah hanya lulusan,setingkat lulusan SMA bukan hanya SMA saja....????
Ternyata selain alasan pesawat cessna sekalipun merupakan barang mewah di indo ,dephub pun berujar hanya lulusan SMA IPA yang bisa ber
kalkulasi cepat dalam berhitung matematik dan Fisika.

1) Banyak orang beranggapan bahwa menjadi penerbang tidak boleh memakai kaca mata (minus)...????
sebetulnya seorang yang menyekolahkan atau dalam artian sekolah pilot gratis,sekolah pilot murah tentunya ingin mendapatkan calon2 pilot yang benar2 terbaik,maka tentunya mereka membuat aturan seperti itu.
karena hanya sekolah2 pilot yang gratis yang sering diadakan oleh airline indo dan murah serta penerimaan penerbang/pilot militer yang biasanya mengetatkan dalam penerimaan siswa-taruna didiknya.
karena diluar negri seorang calon siswa pilot boleh memakai kacamata hanya ada batasan (-) minus untuk menjadi seorang calon siswa disana.

INFO SEKOLAH PENERBANG/PILOT BARU DI INDONESIA

sharing info Flying school baru :

1. Merpati Pilot school, home base Juanda Airport Surabaya, Pesawat C-172 sebanyak 5 unit jumlah siswa 20 per-angkatan. info lebih lanjut kantor pusat Merpati kemayoran lantai 11.
2.Aviation Academy, home base Selaparang Airport Lombok. Pesawat Liberty - 22 sebanyak 2 unit, Cirrus 2 unit. info lebih lanjut dateng aja ke Terminal building lantai 2 Halim Airport.
3. Susi flying school , home base Nusa Wiru Airport, Pangandaran, Ciamis Pesawat DA-40 ( single engine ) dan DA -42 ( ME ) info lebih lanjut dateng aja ke Halim Terminal Building Lantai 2


SUSAHKAH UNTUK MENJADI SEORANG PENERBANG (PILOT)...????




Terbang Melayang layang mengawaki pesawat cessna-150 dari ketinggian 7500 kaki bagi sebagian orang adalah
peristiwa menguatirkan,namun bagi para pencinta dirgantara,berada di bawah awan putih berpaut dengan gumpalan
langit biru bebas,merupakan posisi terindah menikmati pemandangan kota dan alam sekitarnya.

Jika sebelumnya hanya mereka yang lulus seleksi sebagai penerbang di pusat pelatihan penerbangan PLP CURUG
sekarang STPI CURUG saja yang boleh mengawaki pesawat ,sekarang pencinta dirgantara pun beroleh kesempatan
serupa di deraya flying school di Halim Perdana Kusumah jakarta timur.

Setelah mendartarkan diri calon siswa akan di tes terbang terlebih dahulu.Dalam artian seorang calon siswa akan di ajak terbang oleh seorang instruktur,untuk menentukan dia berbakat atau tidak dan bisa tidaknya calon siswa mengatasi ketakutan atas ketinggian dan fungsi syaraf motoriknya.jika pada tes pertama gagal calon akan dinyatakan
gugur & itupun klo siswa telah lulus test kesehatan bhs inggris dan bayar uang administrasi. 

Deraya flying school sendiri bertujuan menuntun agar siswa menjadi penerbang profesional,walaupun sekolah ini ber 
prinsip semua orang bisa menjadi penerbang.
Persyaratan yang mesti di penuhi pun tidak termasuk sulit,selain warga negara indonesia dan berijasah setingkat SMA 
dan juga menerima lulusan S1,insinyur dan juga yang pernah bekerja, serta harus lulus tes kesehatan yang meliputi tes 
mata,jantung dan bahasa inggris,panjang kaki minimal harus100cm.
Sekali lagi bahasa inggris berperan penting dalam kelulusan test sebagai seorang penerbang,walaupun dalam penyampaian belajar menggunakan bahasa ind tapi semua buku pelajaran menggunakan bahasa inggris dan dalam komunikasi antara pilot dan penjaga menara (tower guard) di seluruh dunia menggunakan bahasa inggris apalagi semua instrument di cockpit pun tidak ada yg menggunakan bahasa indonesia.

Untuk siswa yang sudah lulus DFS menyiapkan pesawat latih jenis cessna 150,cessna 172,cessna 206 dan 402.........
dan sebagai gambaran biaya sekolah disini 1,2 juta per jam total waktu yang dibutuhkan sampai komplit 150 jam jadi total biaya yang keluar 180 jt.
Tetapi bila anda ingin menjadi penerbang dengan cost yang minim atau mungkin tanpa cost anda dapat test di STPI curug,dan test di perusahaan penerbangan yang ingin membiayai untuk sekolah penerbang (pilot) dengan catatan test yang agak sulit...?????
Tapi jangan khawatir banyak perusahaan penerbangan di indonesia yang mengadakan test buat sekolah penerbang 
gratis,walaupun banyak yang mendaftar mungkin ribuan orang,tapi mencoba tidak ada salahnya.
Karena kita sudah mempunyai basic tentang pengetahuan penerbangan,dan kebanyakan para peserta test
kalah dalam test bahasa inggris dan pengetahuan dunia penerbangan,Makanya pesan abang,Bahasa inggris itu benar
benar sangat penting buat kalian,dan klo bisa ikuti bimbingan test bahasa inggris di luar jam sekolah.walaupun di sekolah kita bisa 4 jam belajar bahasa inggris.
Tahun Terakhir ini perusahaan Penerbangan yang mengadakan test sekolah penerbang gratis adalah >
Lion Air,Adam air,Garuda indonesia,Sriwijaya air. dan ada kemungkinan 2008 ini giliran perusahaan penerbangan
baru Lorena Air yang akan mengadakan sekolah penerbang gratis,Tunggu aja informasinya oke. 



ALFA FLYING SCHOOLPernahkah anda bermimpi untuk menerbangkan pesawat terbang ? atau mungkin anda ingin menyegarkan kembali kemampuan terbang anda dan menambah rating anda? Alfa Flying School menawarkan program pelatihan untuk perseorangan. Pelatihan ini dibagi menjadi 3 tahap pelatihan dan pelatihan-pelatihan pendukung 
Persyaratan :
Kursus ini akan sulit dan menantang, bahkan untuk murid-murid yang telah memiliki latar belakang pendidikan yang memadai dan kondisi fisik yang sesuai. 
Pelatihan ini diadakan dengan pendekatan bahwa murid yang diterima mengikuti pelatihan ini telah memenuhi persaratan sebagai berikut

  • Memiliki class-1 Medical Assesment
  • Berusia minimal 18, maksimal 25 tahun, diutamakan lulusan sekolah menengah (SMA-IPA, STM-Penerbangan, STM-Listrik, STM-Mesin, STM-Elektronika)
  • Memperlihatkan kemampuan kalkulasi secara cepat dan akurat
  • Dapat berbahasa inggris
PPL Stage
Setelah menyelsaikan tahap ini, murid-murid akan memiliki kualifikasi dan menerima PPL CPL STAGE
Setelah menyelsaikan tahap ini, murid-murid akan menyelesaikan pendidikan dasar secara spesifik dan lulus dalam ujian untuk menerima lisensi Comercial Pilot License/CPL. Murid-murid akan menyelasikan seluruh fase standar pelatihan penerbangan , dan siap untuk test penerbangan CPL. Licensi dapat dikeluarkan di akhir tahap ini untuk untuk murid yang tidak berkembang ke tahap aplikasi. Pengalaman :

  • 200 jam terbang, termasuk 100 sebagai Pilot-in-command dan 20 jam cross country pilot-in-command
  • 65 jam pelatihan penerbangan untuk kategori pesawat Gryoplane atau helikopter, termasuk tdk kurang dari 35 jam terbang dengan instruktur dan 30 jam terbang solo.
  • Dari 35 jam terbang dual, 5 penerbangan pada malam hari (termasuk 2 jam terbang cross-country malam), dan 20 jam dengan instrument time (referensi hanya untuk flight instruments).
  • Dari 30 jam terbang solo lebih ditekankan kemajuan dalam keterampilan terbang, terbang cross country tidak kurang dari 300 miles terbang dari titik keberangkatan dengan 3 full-stop landing. 30 jam terbang solo meliputi 5 jam di malam hari dan diselesaikan dari 10 circuits.
MULTI ENGINE WITH INSTRUMENT RATING
Menyelsaikan tahap ini, berarti telah memenuhi kualifikasi untuk Commercial Pilot Lisense, Multi Engine rating dan Instrument Rating. FLIGHT INSTRUCTOR COURSE
Kami juga menyediakan pelatihan untuk instruktur penerbangan (Instructor Rating Course) sehingga lulusan dari pelatihan ini dapat mengajar dan menjadi instruktur penerbang.